Bupati Sabu Raijua Panen Garam Perdana, Produksi Tambak Eiada Capai Belasan Ton

panen garam
Bupati Sabu Raijua Krisman B. Riwu Kore, S.E., M.M., melakukan panen garam perdana di tambak garam Desa Eiada, Kecamatan Sabu Timur, Rabu (19/8/2026). (Foto: Prokopim Sabu Raijua)
  • Bagikan

Seba, RakyatSARAI.ID – Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua mulai menunjukkan hasil dari Program Revitalisasi Tambak Garam. Bupati Sabu Raijua Krisman B. Riwu Kore, S.E., M.M., melakukan panen garam perdana di tambak garam Desa Eiada, Kecamatan Sabu Timur, Rabu (19/8/2026).

Panen perdana tersebut menghasilkan kurang lebih 15 ton garam berkualitas. Hasil ini menjadi momentum penting bagi Pemkab Sabu Raijua untuk meningkatkan produktivitas komoditas garam sekaligus memperkuat sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu potensi unggulan daerah.

Baca Juga:
Demi Xpander, Mitsubishi Bakal Mengimpor Kembali Pajero Sport

Panen Perdana jadi Bukti Revitalisasi Tambak Garam

Bupati Krisman turun langsung ke area tambak bersama Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sabu Raijua Lagabus Pian, S.Sos., M.Si., jajaran dinas, serta para pekerja tambak.

Menurut Krisman, keberhasilan panen perdana di Desa Eiada harus menjadi titik awal untuk meningkatkan produksi garam lokal secara berkelanjutan.

Ia menilai Kabupaten Sabu Raijua memiliki potensi garam yang besar dan perlu dikelola secara lebih optimal agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat, khususnya para petambak.

“Potensi garam di Kabupaten Sabu Raijua sangat besar dan perlu terus dikembangkan. Kita harus bergerak maju melalui pengelolaan yang lebih optimal, pemanfaatan teknologi tepat guna, serta penguatan sinergi dari berbagai pihak,” ujar Krisman.

Hasil panen kurang lebih 15 ton tersebut sekaligus menjadi indikator awal bahwa program revitalisasi tambak garam dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas.

Pemkab Sabu Raijua Targetkan Produksi Garam Meningkat

Krisman menegaskan, Program Revitalisasi Tambak Garam tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur fisik.

Menurutnya, keberhasilan program harus diukur melalui output produksi yang nyata dan terukur, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas garam yang dihasilkan.

“Program ini tidak boleh hanya berhenti pada pembangunan infrastruktur fisik. Program ini wajib memberikan hasil nyata (output) yang terukur bagi kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan kuantitas dan kualitas produksi garam,” tegasnya.

Karena itu, pemerintah daerah akan terus mendorong pengelolaan tambak secara lebih produktif dengan pemanfaatan teknologi yang sesuai serta penguatan kapasitas para petambak.

Garam Diproyeksikan jadi Penggerak Ekonomi Sabu Raijua

Panen garam perdana di Desa Eiada menjadi bagian dari komitmen Pemkab Sabu Raijua dalam mengembangkan potensi ekonomi berbasis maritim.

Baca Juga:
Pemkab Sabu Raijua dan Pemprov NTT Perkuat Hilirisasi Produk Lokal, Desa Molie jadi Pusat Pelatihan OVOP

Pemerintah daerah berupaya memastikan sektor kelautan dan perikanan tidak hanya menjadi potensi, tetapi mampu menghasilkan nilai ekonomi yang dirasakan langsung masyarakat.

Komoditas garam menjadi salah satu sektor yang dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan mengingat karakteristik wilayah Sabu Raijua.

Melalui revitalisasi tambak, peningkatan produktivitas, penggunaan teknologi tepat guna, serta sinergi antarpihak, produksi garam lokal diharapkan semakin meningkat.

Momentum panen perdana ini sekaligus mempertegas arah kebijakan Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua untuk menjadikan sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu pilar kekuatan ekonomi daerah.

Dengan hasil awal sekitar 15 ton, pemerintah berharap pengembangan tambak garam Desa Eiada dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif terhadap pendapatan serta kesejahteraan masyarakat Sabu Raijua. (*/rs1)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSarai.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version