Pemkab Sabu Raijua dan Pemprov NTT Perkuat Hilirisasi Produk Lokal, Desa Molie jadi Pusat Pelatihan OVOP

wabup sarai
Pertemuan antara Wakil Bupati Sabu Raijua, Ir. Thobias Uly, M.Si., dengan tim Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi NTT di ruang kerja Wakil Bupati, Rabu (1/7/2026). (Foto: Prokopim Sabu Raijua)
  • Bagikan

Seba, RakyatSARAI.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sabu Raijua bersama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memperkuat sinergi dalam mendorong hilirisasi produk lokal sebagai upaya meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan dan kesejahteraan masyarakat.

Komitmen tersebut dibahas dalam pertemuan antara Wakil Bupati Sabu Raijua, Ir. Thobias Uly, M.Si., dengan tim Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi NTT di ruang kerja Wakil Bupati, Rabu (1/7/2026).

Dalam pertemuan itu, Wakil Bupati didampingi Asisten II Sekretaris Daerah serta Kepala DPMPTSP Kabupaten Sabu Raijua. Kunjungan kerja tersebut bertujuan memperkuat koordinasi menjelang pelaksanaan Pelatihan Hilirisasi Potensi Lokal yang akan dipusatkan di Desa Molie, Kecamatan Hawu Mehara.

Fokus pada Pengembangan Produk Bernilai Tambah

Program hilirisasi yang akan dilaksanakan mencakup berbagai pelatihan keterampilan untuk mengembangkan potensi ekonomi masyarakat melalui pengolahan hasil pertanian dan kerajinan lokal.

Beberapa materi pelatihan yang akan diberikan meliputi:

  • Kerajinan tangan, berupa pelatihan pembuatan tenun ikat khas Sabu Raijua.
  • Inovasi pangan, dengan mengolah kacang hijau menjadi sereal bergizi.
  • Diversifikasi produk pertanian, melalui pengolahan jagung menjadi produk bernilai ekonomi seperti tortilla dan emping jagung.

Melalui pelatihan tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya menjual hasil pertanian dalam bentuk bahan mentah, tetapi mampu menghasilkan produk olahan yang memiliki nilai jual lebih tinggi dan daya saing di pasar.

Dipadukan dengan Pameran OVOP dan Pasar Murah

Selain pelatihan, rangkaian kegiatan juga akan dimeriahkan dengan Pameran One Village One Product (OVOP) yang menampilkan produk-produk unggulan desa.

Pemerintah juga akan menggelar Pasar Murah sebagai bagian dari upaya membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.

Program OVOP diharapkan mampu memperkenalkan produk-produk lokal Sabu Raijua kepada pasar yang lebih luas serta membuka peluang usaha baru bagi pelaku UMKM.

Pemkab Sabu Raijua Siap Kawal Program

Wakil Bupati Thobias Uly menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTT atas perhatian dan dukungan dalam memperkuat sektor ekonomi masyarakat melalui program hilirisasi produk lokal.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua berkomitmen mengawal keberhasilan program tersebut melalui kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan.

Ia menilai hilirisasi menjadi langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah sekaligus menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Desa Raekore Siap Dikembangkan

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga memperkenalkan potensi desa-desa lain yang layak menjadi lokasi pengembangan program hilirisasi.

Salah satunya adalah Desa Raekore, yang selama ini dikenal sebagai sentra produksi bawang merah unggulan di Kabupaten Sabu Raijua.

Pemerintah daerah berharap kerja sama dengan Pemerintah Provinsi NTT dapat terus diperluas sehingga tidak hanya berfokus di Desa Molie, tetapi juga menjangkau desa-desa potensial lainnya.

Melalui pengembangan hilirisasi hasil pertanian, kerajinan, dan program One Village One Product (OVOP), Pemkab Sabu Raijua optimistis mampu meningkatkan daya saing produk lokal, memperkuat ekonomi desa, dan mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (*/rs1)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSarai.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version