“Terima kasih kepada Bapak Gubernur beserta jajaran yang telah memperhatikan Sabu Raijua melalui pelatihan seperti ini. Kami berharap pelatihan untuk komoditas lainnya dapat terus berjalan secara berkelanjutan. Kami di Sabu Raijua selalu siap,” ujar Thobias.
Menurutnya, keberlanjutan pelatihan menjadi penting agar pelaku ekonomi kreatif mampu meningkatkan keterampilan, memperbaiki kualitas produk, serta menangkap peluang pasar yang tersedia.
Potensi Lokal Jangan Hanya jadi Bahan Mentah
Wakil Bupati juga menyoroti besarnya potensi bahan baku lokal yang belum dimanfaatkan secara optimal. Salah satu yang disebut adalah peluang pengembangan gula semut sebagai produk ekonomi kreatif berbasis potensi daerah.
Menurut Thobias, bahan baku lokal dapat memiliki nilai ekonomi lebih tinggi apabila diolah dengan baik, dikemas secara menarik, dan diproduksi dengan kualitas yang konsisten.
“Potensi yang ada di daerah harus kita olah sendiri. Jangan sampai orang dari luar yang datang mengolah potensi kita, sementara kita hanya menjadi penonton,” tegasnya.
Pesan tersebut sekaligus menjadi dorongan agar masyarakat tidak hanya menjual bahan mentah, tetapi mulai membangun proses pengolahan dan pengembangan produk di daerah sendiri.
Bantuan Peralatan Diminta Segera Dimanfaatkan
Thobias juga meminta para peserta memanfaatkan secara maksimal bantuan peralatan produksi yang diberikan melalui program pengembangan ekonomi kreatif.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSarai.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
