Namun saat tidur siang, Imanuel mendengar korban berteriak kesakitan. Ia kemudian mendatangi rumah korban yang berjarak sekitar 50 meter dari rumahnya dan melihat bercak darah di teras rumah.
Tak lama kemudian, korban keluar rumah sambil terbaring di teras dan terus berteriak kesakitan. Karena panik, Imanuel kembali ke rumah untuk menghubungi ketua RT setempat guna meminta bantuan warga lainnya.
Saat kembali ke lokasi, korban sudah masuk lagi ke dalam rumah sambil terus berteriak. Warga mengaku takut masuk ke rumah karena khawatir dengan keselamatan mereka.
Beberapa saat kemudian, petugas kesehatan dari Puskesmas Seba bersama warga tiba di lokasi untuk memberikan pertolongan. Namun korban masih berada di dalam rumah sehingga warga belum berani masuk.
Situasi akhirnya dapat ditangani setelah anggota Bhabinkamtibmas desa setempat datang dan masuk ke rumah korban. Di dalam rumah, polisi mendapati korban terbaring di tempat tidur sambil berteriak kesakitan.
Petugas juga menemukan sebilah pisau berlumuran darah di lantai rumah yang kemudian diamankan sebagai barang bukti.
Korban selanjutnya dievakuasi bersama petugas kesehatan menuju Puskesmas Seba untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun karena kondisinya cukup parah dan darah terus keluar dari luka di bagian perut, korban akhirnya dirujuk ke RSUD Menia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSarai.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
