Wabup Sabu Raijua Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi, Instruksikan Sidak Pasar Jelang Idul Adha

rapat inflasi
Wakil Bupati Sabu Raijua, Ir. Thobias Uly, M.Si bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Tahun 2026 secara virtual dari Ruang Vicon Kantor Bupati Sabu Raijua, Senin (25/5/2026). (Foto: Prokopim Sabu Raijua)
  • Bagikan

Seba, RakyatSarai.ID – Wakil Bupati Sabu Raijua, Ir. Thobias Uly, M.Si bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Tahun 2026 secara virtual dari Ruang Vicon Kantor Bupati Sabu Raijua, Senin (25/5/2026).

Rakor rutin mingguan tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Sekjen Kemendagri RI), Komjen Pol. Drs. Tomsi Tohir, M.Si dan diikuti seluruh kepala daerah serta TPID tingkat provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia.

Turut mendampingi Wakil Bupati dalam rakor tersebut yakni Asisten II Sekda, Kepala BPS Sabu Raijua, Kepala Badan Keuangan Daerah, Plt Kepala Dinas Perindag, Plt Kadis PMD, Kepala Bagian Pembangunan dan Perekonomian, serta perwakilan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Sabu Raijua.

Rapat kali ini membahas langkah konkret pengendalian inflasi di daerah tahun 2026. Sejumlah narasumber dari pemerintah pusat turut memberikan arahan strategis, di antaranya Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Kepala Staf Kepresidenan, Kementerian Pertanian, Panglima TNI, Jamdatun, Bulog, BPS, dan Kementerian Perdagangan.

Dalam pemaparan data nasional, rakor menyoroti evaluasi Indeks Perkembangan Harga (IPH) minggu ketiga Mei 2026 sebagai indikator perkembangan inflasi di daerah.

Sejumlah komoditas pangan pokok yang mengalami kenaikan harga di berbagai wilayah menjadi perhatian utama, termasuk cabai merah, minyak goreng, dan bawang merah.

Berdasarkan data IPH untuk 20 komoditas bahan pangan terpilih, Kabupaten Sabu Raijua tercatat memiliki nilai IPH sebesar 0,66 pada minggu ketiga Mei 2026.

Beberapa komoditas yang memengaruhi pergerakan harga di wilayah tersebut antara lain beras, cabai merah, cabai rawit, dan minyak goreng.

Pemerintah pusat kemudian menginstruksikan seluruh pemerintah daerah agar segera melakukan intervensi dan langkah stabilisasi harga, terutama terhadap komoditas yang mengalami kenaikan selama dua minggu berturut-turut.

Di Kabupaten Sabu Raijua sendiri, komoditas beras dan cabai rawit menjadi perhatian khusus karena menunjukkan tren kenaikan harga dalam beberapa pekan terakhir.

Menindaklanjuti hasil rakor tersebut, Wakil Bupati Sabu Raijua, Thobias Uly langsung memberikan arahan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk memperkuat koordinasi pengendalian inflasi di lapangan.

Ia meminta Bagian Pembangunan dan Perekonomian, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Dinas Pertanian dan Pangan segera melakukan langkah konkret guna memastikan stabilitas harga dan ketersediaan stok pangan.

“Saya instruksikan OPD terkait untuk segera melakukan sidak pasar. Kita harus memastikan ketersediaan stok pangan aman dan harga kebutuhan pokok tetap terjangkau oleh masyarakat, terlebih dalam waktu dekat kita akan menyambut Hari Raya Idul Adha 2026,” tegas Thobias Uly.

Rakor pengendalian inflasi bersama Kemendagri diketahui rutin dilaksanakan setiap awal pekan sebagai instrumen pemerintah dalam memantau dinamika pasar nasional dan global secara real-time.

Baca Juga:
Demi Xpander, Mitsubishi Bakal Mengimpor Kembali Pajero Sport

Melalui forum tersebut, pemerintah daerah diharapkan mampu mengambil langkah cepat dan tepat dalam menjaga stabilitas harga pangan serta melindungi daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi nasional. (*/rs1)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSarai.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version