Wabup Sabu Raijua Tantang Warga Ubah Lontar hingga Jambu Mete jadi Ladang Cuan

pelatihan kewirausahaan sabu raijua
Para peserta Pelatihan Kewirausahaan Dasar bagi Masyarakat Kawasan Transmigrasi Sabu Angkatan XI Tahun 2026 yang dibuka Wakil Bupati Sabu Raijua, Ir. Thobias Uly, M.Si., Rabu (2/9/2026). (Foto: Prokopim Sabu Raijua)
  • Bagikan

Ia mendorong masyarakat untuk mampu melihat potensi yang ada di sekitar mereka sebagai peluang usaha yang dapat dikembangkan menjadi sumber pendapatan keluarga.

“Sabu Raijua memiliki kekayaan lokal luar biasa seperti bawang merah, mangga udang, hingga jambu mete. Jika kita mampu mengolahnya dengan kreatif dan inovatif, komoditas ini akan memiliki nilai ekonomis yang jauh lebih tinggi bagi keluarga,” ujar Thobias.

Menurut dia, pengolahan komoditas lokal menjadi produk turunan dapat membuka peluang ekonomi baru sekaligus meningkatkan nilai jual hasil produksi masyarakat.

Lontar jadi Potensi Ekonomi Sabu Raijua

Di tengah tantangan musim kemarau panjang yang sedang berlangsung, Thobias juga mengingatkan masyarakat mengenai besarnya potensi pohon lontar yang selama ini menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Sabu.

Baca Juga:
Pemkab Sabu Raijua dan Pemprov NTT Perkuat Hilirisasi Produk Lokal, Desa Molie jadi Pusat Pelatihan OVOP

Sabu Raijua yang dikenal sebagai daerah Sejuta Lontar memiliki peluang besar untuk mengembangkan air lontar menjadi berbagai produk bernilai ekonomi.

Produk turunan tersebut antara lain gula Sabu, gula semut, gula lempeng, hingga kacang gula.

Wabup menilai pengolahan produk berbasis lontar secara kreatif dapat menjadi salah satu strategi untuk memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus menjaga potensi lokal agar tetap produktif.

Peserta Diminta Tak Takut Gagal

Thobias meminta seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan serius dan tidak berhenti pada pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSarai.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version