Ia menegaskan, ilmu kewirausahaan yang didapat harus segera dipraktikkan agar pelatihan benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan ekonomi keluarga.
“Ikuti pelatihan ini dengan baik. Jangan sampai setelah pelatihan selesai, tidak ada perkembangan sama sekali. Apa yang dipelajari harus langsung dipraktikkan. Jangan takut gagal, teruslah mencoba,” tegasnya.
Pesan tersebut sekaligus menjadi dorongan agar masyarakat transmigrasi berani memulai usaha, melakukan inovasi, dan mengembangkan produk lokal sesuai potensi wilayah masing-masing.
Pemkab Siapkan Pendampingan Berkelanjutan
Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua memastikan dukungan terhadap masyarakat tidak berhenti setelah pelatihan selesai.
Pemkab berkomitmen melakukan monitoring secara berkala terhadap para alumni pelatihan, sekaligus memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pendampingan juga diarahkan pada pembukaan akses pasar serta penguatan koperasi. Langkah tersebut diharapkan dapat membangun ekosistem usaha masyarakat transmigrasi yang semakin mandiri, produktif, dan memiliki daya saing.
Melalui pelatihan kewirausahaan, Pemkab Sabu Raijua berharap potensi komoditas lokal tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk bernilai tambah yang mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. (*/rs1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSarai.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
