Ia mendorong masyarakat untuk mampu melihat potensi yang ada di sekitar mereka sebagai peluang usaha yang dapat dikembangkan menjadi sumber pendapatan keluarga.
“Sabu Raijua memiliki kekayaan lokal luar biasa seperti bawang merah, mangga udang, hingga jambu mete. Jika kita mampu mengolahnya dengan kreatif dan inovatif, komoditas ini akan memiliki nilai ekonomis yang jauh lebih tinggi bagi keluarga,” ujar Thobias.
Menurut dia, pengolahan komoditas lokal menjadi produk turunan dapat membuka peluang ekonomi baru sekaligus meningkatkan nilai jual hasil produksi masyarakat.
Lontar jadi Potensi Ekonomi Sabu Raijua
Di tengah tantangan musim kemarau panjang yang sedang berlangsung, Thobias juga mengingatkan masyarakat mengenai besarnya potensi pohon lontar yang selama ini menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Sabu.
Sabu Raijua yang dikenal sebagai daerah Sejuta Lontar memiliki peluang besar untuk mengembangkan air lontar menjadi berbagai produk bernilai ekonomi.
Produk turunan tersebut antara lain gula Sabu, gula semut, gula lempeng, hingga kacang gula.
Wabup menilai pengolahan produk berbasis lontar secara kreatif dapat menjadi salah satu strategi untuk memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus menjaga potensi lokal agar tetap produktif.
Peserta Diminta Tak Takut Gagal
Thobias meminta seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan serius dan tidak berhenti pada pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSarai.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
