Menurutnya, pembangunan sektor pendidikan harus dilakukan secara berkesinambungan dan tidak boleh terhenti hanya karena adanya pergantian kepemimpinan.
Kepentingan masyarakat, khususnya generasi muda, harus ditempatkan di atas kepentingan politik.
“Saya tidak melihatnya dari sisi politik. Saya melihat kepentingan yang jauh lebih besar, yaitu kepentingan masyarakat Sabu Raijua, khususnya anak-anak kita yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi,” tegas Krisman.
Ia mengungkapkan, pada masa awal operasional PSDKU Polije di Sabu Raijua, jumlah mahasiswa masih terbatas. Sebagian besar lulusan SMA saat itu lebih memilih melanjutkan pendidikan ke luar daerah.
Untuk menjaga keberlangsungan pendidikan tinggi di daerah tersebut, Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua kemudian mengambil langkah dengan memberikan beasiswa daerah kepada mahasiswa angkatan pertama.
KIP Kuliah jadi Solusi bagi Anak Kurang Mampu
Krisman mengakui keterbatasan APBD menjadi salah satu tantangan dalam mendukung operasional dan pengembangan pendidikan tinggi di daerah.
Karena itu, kehadiran program KIP Kuliah dari pemerintah pusat dinilai menjadi solusi strategis untuk membuka kesempatan kuliah bagi anak-anak Sabu Raijua yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSarai.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
