Melalui program Starfishing, tim ahli dari ITB akan memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat lokal dalam mengenali berbagai objek astronomi, mulai dari bintang, planet, hingga gugusan bintang.
Potensi astronomi alami tersebut diharapkan dapat menjadi daya tarik wisata baru yang mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Buka Peluang Ekonomi Kreatif Berkelanjutan
Dalam pertemuan tersebut, Wakil Bupati Sabu Raijua didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sabu Raijua, Merry Christin Moru, S.ST.
Thobias Uly menilai daerahnya memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi salah satu destinasi astrowisata unggulan di Indonesia.
Menurutnya, pengembangan wisata berbasis ilmu pengetahuan tidak hanya memberikan manfaat edukatif bagi masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru yang berkelanjutan.
“Pengembangan astrowisata ini tidak hanya memperkenalkan ilmu pengetahuan kepada masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru melalui destinasi yang unik dan berkelanjutan,” ujar Wakil Bupati Sabu Raijua.
Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua menyambut positif kolaborasi dengan Institut Teknologi Bandung tersebut dan berharap kerja sama ini menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem wisata edukatif di daerah.
Potensi Baru Pariwisata Sabu Raijua
Melalui inovasi astrowisata Starfishing, masyarakat pesisir diharapkan mampu memanfaatkan potensi lingkungan yang dimiliki sebagai sumber ekonomi kreatif yang berdaya saing tinggi.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSarai.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
