Wabup Sabu Raijua Tantang Warga Ubah Lontar hingga Jambu Mete jadi Ladang Cuan

pelatihan kewirausahaan sabu raijua
Para peserta Pelatihan Kewirausahaan Dasar bagi Masyarakat Kawasan Transmigrasi Sabu Angkatan XI Tahun 2026 yang dibuka Wakil Bupati Sabu Raijua, Ir. Thobias Uly, M.Si., Rabu (2/9/2026). (Foto: Prokopim Sabu Raijua)
  • Bagikan

Seba, RakyatSARAI.ID – Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya warga di kawasan transmigrasi.

Upaya tersebut diwujudkan melalui pembukaan Pelatihan Kewirausahaan Dasar bagi Masyarakat Kawasan Transmigrasi Sabu Angkatan XI Tahun 2026 yang dibuka Wakil Bupati Sabu Raijua, Ir. Thobias Uly, M.Si., Rabu (2/9/2026).

Pelatihan yang digelar oleh Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BPPMT) Denpasar itu berlangsung di Ruang Laboratorium IPA UPTD SMP Negeri 2 Sabu Tengah, Desa Loboaju, Kecamatan Sabu Tengah.

Kegiatan tersebut diikuti 30 peserta lokal dan dihadiri perwakilan BPPMT Denpasar, Plt. Kepala Dinas Transkopnaker Sabu Raijua, Camat Sabu Tengah, serta jajaran kepala desa setempat.

Wabup: Pembangunan Transmigrasi Harus Dibarengi Keterampilan Wirausaha

Dalam sambutannya, Thobias Uly menyampaikan apresiasi kepada BPPMT Denpasar yang terus memberikan perhatian terhadap peningkatan kapasitas masyarakat Sabu Raijua.

Menurutnya, pembangunan kawasan transmigrasi tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur fisik. Peningkatan keterampilan masyarakat, khususnya di bidang kewirausahaan, juga harus menjadi perhatian utama.

Baca Juga:
Pemkab Sabu Raijua dan Pemprov NTT Perkuat Hilirisasi Produk Lokal, Desa Molie jadi Pusat Pelatihan OVOP

Ia mendorong masyarakat untuk mampu melihat potensi yang ada di sekitar mereka sebagai peluang usaha yang dapat dikembangkan menjadi sumber pendapatan keluarga.

“Sabu Raijua memiliki kekayaan lokal luar biasa seperti bawang merah, mangga udang, hingga jambu mete. Jika kita mampu mengolahnya dengan kreatif dan inovatif, komoditas ini akan memiliki nilai ekonomis yang jauh lebih tinggi bagi keluarga,” ujar Thobias.

Menurut dia, pengolahan komoditas lokal menjadi produk turunan dapat membuka peluang ekonomi baru sekaligus meningkatkan nilai jual hasil produksi masyarakat.

Lontar jadi Potensi Ekonomi Sabu Raijua

Di tengah tantangan musim kemarau panjang yang sedang berlangsung, Thobias juga mengingatkan masyarakat mengenai besarnya potensi pohon lontar yang selama ini menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Sabu.

Sabu Raijua yang dikenal sebagai daerah Sejuta Lontar memiliki peluang besar untuk mengembangkan air lontar menjadi berbagai produk bernilai ekonomi.

Produk turunan tersebut antara lain gula Sabu, gula semut, gula lempeng, hingga kacang gula.

Wabup menilai pengolahan produk berbasis lontar secara kreatif dapat menjadi salah satu strategi untuk memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus menjaga potensi lokal agar tetap produktif.

Peserta Diminta Tak Takut Gagal

Thobias meminta seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan serius dan tidak berhenti pada pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan.

Ia menegaskan, ilmu kewirausahaan yang didapat harus segera dipraktikkan agar pelatihan benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan ekonomi keluarga.

“Ikuti pelatihan ini dengan baik. Jangan sampai setelah pelatihan selesai, tidak ada perkembangan sama sekali. Apa yang dipelajari harus langsung dipraktikkan. Jangan takut gagal, teruslah mencoba,” tegasnya.

Pesan tersebut sekaligus menjadi dorongan agar masyarakat transmigrasi berani memulai usaha, melakukan inovasi, dan mengembangkan produk lokal sesuai potensi wilayah masing-masing.

Pemkab Siapkan Pendampingan Berkelanjutan

Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua memastikan dukungan terhadap masyarakat tidak berhenti setelah pelatihan selesai.

Pemkab berkomitmen melakukan monitoring secara berkala terhadap para alumni pelatihan, sekaligus memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pendampingan juga diarahkan pada pembukaan akses pasar serta penguatan koperasi. Langkah tersebut diharapkan dapat membangun ekosistem usaha masyarakat transmigrasi yang semakin mandiri, produktif, dan memiliki daya saing.

Melalui pelatihan kewirausahaan, Pemkab Sabu Raijua berharap potensi komoditas lokal tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk bernilai tambah yang mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. (*/rs1)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSarai.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version