Seba, RakyatSARAI.ID – Kabupaten Sabu Raijua bersiap menghadirkan inovasi baru di sektor pariwisata melalui pengembangan astrowisata berbasis pengamatan langit malam atau Starfishing.
Program tersebut digagas bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) dan dijadwalkan berlangsung pada 12 hingga 14 Juni 2026 di kawasan wisata Pantai Napae, Kecamatan Sabu Barat.
Persiapan kegiatan tersebut ditandai dengan kunjungan resmi Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari ITB yang diterima langsung oleh Wakil Bupati Sabu Raijua, Ir. Thobias Uly, M.Si, di ruang kerjanya pada Kamis (11/6/2026).
Kunjungan tersebut bertujuan mematangkan agenda sekaligus meminta dukungan Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua terhadap kegiatan bertajuk “Pengembangan Astrowisata Starfishing Bagi Masyarakat Sabu Raijua.”
Delegasi ITB dipimpin oleh Ketua Tim, Dr. Chatief Kunjaya, bersama sejumlah anggota tim, yakni Dr. Fargiza Abdan Malikul Mulki, Zadrach L. Dupe, M.Sc., Henrikus Williams Koo, Naufal Shidqi Malikulmulki, dan M. Althof Fahrezi Permata.
Pantai Napae jadi Lokasi Ideal Pengamatan Langit Malam
Pantai Napae dipilih sebagai pusat kegiatan karena memiliki kondisi langit malam yang sangat bersih dan minim polusi cahaya. Keadaan tersebut menjadikan kawasan pesisir di Kecamatan Sabu Barat itu sebagai lokasi ideal untuk melakukan pengamatan benda-benda langit.
Melalui program Starfishing, tim ahli dari ITB akan memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat lokal dalam mengenali berbagai objek astronomi, mulai dari bintang, planet, hingga gugusan bintang.
Potensi astronomi alami tersebut diharapkan dapat menjadi daya tarik wisata baru yang mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Buka Peluang Ekonomi Kreatif Berkelanjutan
Dalam pertemuan tersebut, Wakil Bupati Sabu Raijua didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sabu Raijua, Merry Christin Moru, S.ST.
Thobias Uly menilai daerahnya memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi salah satu destinasi astrowisata unggulan di Indonesia.
Menurutnya, pengembangan wisata berbasis ilmu pengetahuan tidak hanya memberikan manfaat edukatif bagi masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru yang berkelanjutan.
“Pengembangan astrowisata ini tidak hanya memperkenalkan ilmu pengetahuan kepada masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru melalui destinasi yang unik dan berkelanjutan,” ujar Wakil Bupati Sabu Raijua.
Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua menyambut positif kolaborasi dengan Institut Teknologi Bandung tersebut dan berharap kerja sama ini menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem wisata edukatif di daerah.
Potensi Baru Pariwisata Sabu Raijua
Melalui inovasi astrowisata Starfishing, masyarakat pesisir diharapkan mampu memanfaatkan potensi lingkungan yang dimiliki sebagai sumber ekonomi kreatif yang berdaya saing tinggi.
Selain memperkuat sektor pariwisata, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ilmu pengetahuan dan pelestarian lingkungan.
Dengan kondisi alam yang masih terjaga dan minim polusi cahaya, Pantai Napae berpeluang menjadi salah satu destinasi pengamatan langit malam terbaik di Indonesia sekaligus memperkaya ragam wisata unggulan di Kabupaten Sabu Raijua.
Kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua dan Institut Teknologi Bandung ini diharapkan menjadi tonggak lahirnya destinasi wisata berbasis astronomi yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. (*/rs1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSarai.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
