iklan

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Rp2,09 Miliar Digelontorkan, Dua Sekolah di Sabu Raijua Direvitalisasi

200
SD GMIT Sabu
Bupati Sabu Raijua, Krisman B. Riwu Kore, S.E., M.M., memimpin langsung peletakan batu pertama pembangunan dan revitalisasi sekolah Sabu Raijua di dua lokasi berbeda, Selasa, 11 Agustus 2026. (Foto: Prokopim Sabu Raijua)
  • Bagikan

Sabu Liae, RakyatSARAI.ID – Bupati Sabu Raijua, Krisman B. Riwu Kore, S.E., M.M., memimpin langsung peletakan batu pertama pembangunan dan revitalisasi sekolah Sabu Raijua di dua lokasi berbeda, Selasa, 11 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung di SD GMIT Ege, Desa Waduwalla, Kecamatan Sabu Liae, serta SD GMIT Raenalulu, Kecamatan Sabu Barat. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Sabu Raijua.

Scroll kebawah untuk lihat konten
iklan
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!
Baca Juga:
Polije dan Pemkab Sabu Raijua Perkuat Kampus 6 NTT, Siapkan Prodi Manajemen Agribisnis

Bupati Krisman menegaskan bahwa pembangunan fasilitas pendidikan bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan investasi jangka panjang untuk menyiapkan masa depan generasi muda Sabu Raijua.

Menurutnya, keberadaan fasilitas sekolah yang layak akan memberikan lingkungan belajar yang lebih baik bagi siswa sekaligus menjadi bukti perhatian pemerintah terhadap sektor pendidikan di wilayah kepulauan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Sabu Raijua, anggota Komisi I DPRD, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga, Plt. Camat Sabu Liae, kepala sekolah dan guru, komite sekolah, Ketua Yayasan Pendidikan Kristen Ada Hari Sabu Raijua, kepala desa, tokoh agama, pekerja pembangunan serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Dua Sekolah Dapat Anggaran Rp2,09 Miliar

Melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Jalur Reguler Angkatan II Tahun 2026, SD GMIT Ege mendapatkan pembangunan satu ruang administrasi baru, satu unit toilet baru dan rehabilitasi sedang enam ruang kelas.

Total anggaran yang dialokasikan untuk SD GMIT Ege mencapai Rp1.161.339.044.

Sementara itu, SD GMIT Raenalulu memperoleh rehabilitasi tujuh ruang kelas dan pembangunan satu unit toilet baru dengan total anggaran Rp933.979.367.

Dengan demikian, total dukungan anggaran untuk revitalisasi kedua sekolah tersebut mencapai sekitar Rp2,09 miliar.

Bupati Krisman menjelaskan, dukungan pemerintah pusat tidak diperoleh secara otomatis. Pemerintah daerah harus aktif mengusulkan program, memenuhi berbagai persyaratan dan memperjuangkan kebutuhan pembangunan masyarakat.

Baca Juga:
KPK Terbitkan Edaran Pencegahan Korupsi SPMB 2026, Larang Titipan Siswa dan Pungutan Liar

“Program-program pemerintah pusat itu memang tersedia, tetapi bantuan tersebut tidak datang dengan sendirinya. Ada proses, ada pengusulan, ada perjuangan dan ada upaya dari pemerintah daerah,” kata Krisman.

Ia mengungkapkan, pada 2026 Pemkab Sabu Raijua telah mengusulkan 62 sekolah untuk mendapatkan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 31 sekolah telah memperoleh program revitalisasi.

“Dari usulan yang kita usulkan 62, sampai saat ini kita memperoleh 31 program revitalisasi. Ini tentu patut kita syukuri,” ujarnya.

Pendidikan Dinilai Mampu Mengubah Masa Depan

Bupati Krisman kembali menekankan pentingnya pendidikan sebagai investasi jangka panjang. Ia mengatakan, tidak ada yang dapat mengetahui profesi dan masa depan anak-anak yang saat ini sedang menempuh pendidikan.

“Mungkin mereka menjadi guru, dokter, pengusaha, pejabat, pemimpin daerah atau profesi lainnya,” katanya.

Krisman kemudian membagikan pengalaman pribadinya tentang pentingnya pendidikan. Ia mengaku berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya merupakan seorang guru yang pernah menjabat sebagai kepala sekolah, sedangkan ibunya membantu memenuhi kebutuhan keluarga dengan berjualan di pasar.

Dengan sembilan bersaudara, membiayai pendidikan seluruh anak bukanlah perkara mudah. Namun, orang tuanya selalu menanamkan pesan agar anak-anak tetap bersekolah.

“Orang tua saya selalu menanamkan satu pesan sederhana: anak-anak harus sekolah. Karena mereka menyadari bahwa pendidikan adalah jalan untuk mengubah kehidupan,” ungkapnya.

Karena itu, ia meminta para siswa tidak menyia-nyiakan kesempatan pendidikan yang telah diberikan orang tua dan pemerintah.

“Saya ingin menyampaikan kepada anak-anakku yang terkasih, sekolah yang rajin. Belajar yang sungguh-sungguh. Jangan sia-siakan kesempatan yang diberikan oleh orang tua dan pemerintah,” pesannya.

Bupati Minta Kualitas Bangunan Dijaga

Selain berbicara mengenai manfaat pendidikan, Bupati Krisman juga memberikan perhatian terhadap kualitas pembangunan fasilitas sekolah.

Ia meminta para tukang dan pekerja memastikan seluruh pekerjaan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis, mengutamakan kualitas serta memperhatikan aspek keamanan dan ketahanan bangunan.

“Bangunan ini bukan bangunan untuk satu atau dua tahun. Ini adalah bangunan untuk jangka panjang. Anak-anak kita akan belajar di sini. Bahkan mungkin kelak anak-anak mereka atau cucu-cucu kita juga akan menggunakan gedung ini,” tegasnya.

Ia mengingatkan agar tidak ada pengurangan kualitas hanya karena pembangunan tersebut berasal dari bantuan pemerintah.

Menurutnya, fasilitas pendidikan harus dibangun kokoh, aman dan nyaman agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Pemkab Sabu Raijua berharap revitalisasi sekolah Sabu Raijua dapat terus diperluas sehingga semakin banyak siswa memperoleh fasilitas pendidikan yang layak. Pemerintah juga mendorong seluruh pihak menjaga fasilitas yang telah dibangun agar menjadi aset pendidikan yang bermanfaat bagi generasi sekarang hingga generasi mendatang. (*/rs1)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSarai.ID

+ Gabung

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *