Potensi Garam Sabu Raijua Menjanjikan, Senator Hilda Manafe Dorong jadi Program Strategis Nasional

garam sabu-2
Senator Hilda Manafe (ketiga dari kanan) mengikuti panen raya garam di Koloudju, Desa Menia, Kecamatan Sabu Barat, Senin (11/5/2026). (Foto: Dok. RakyatSarai.ID)
  • Bagikan

Seba, RakyatSarai.ID – Potensi garam di Kabupaten Sabu Raijua terus menunjukkan perkembangan signifikan dan dinilai mampu menjadi salah satu kekuatan ekonomi baru di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hal itu mengemuka dalam kegiatan panen raya garam di Koloudju, Desa Menia, Kecamatan Sabu Barat, Senin (11/5/2026), yang dihadiri Anggota Komite IV DPD RI, Hilda Manafe.

Panen perdana dilakukan di lima tambak garam milik Sarce Sarlina Bara yang merupakan bagian dari program revitalisasi tambak garam Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI Tahun 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Senator Hilda Manafe didampingi Asisten II Sekda Kabupaten Sabu Raijua Victor Radamuri, Ketua TP PKK Sabu Raijua Sherly Riwu Kore, pejabat Dinas Kelautan dan Perikanan, serta tenaga ahli DPD RI.

Pemerintah pusat melalui KKP telah menggelontorkan bantuan revitalisasi tambak garam seluas 45 hektar dengan total anggaran mencapai sekitar Rp17 miliar.

Tidak berhenti di situ, Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua kini kembali mengusulkan tambahan revitalisasi lahan garam seluas 50 hingga 100 hektar untuk meningkatkan kapasitas produksi garam daerah.

Asisten II Sekda Kabupaten Sabu Raijua, Victor Radamuri, mengatakan potensi garam di daerah tersebut sangat besar dan menjadi salah satu sektor unggulan yang terus didorong pemerintah daerah.

Menurutnya, kondisi geografis dan iklim Sabu Raijua sangat mendukung pengembangan industri garam skala besar.

“Kami berharap dengan dukungan revitalisasi dari KKP, potensi garam di Sabu Raijua dapat berkembang lebih maksimal dan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

Namun Victor mengungkapkan, pengembangan sektor garam masih menghadapi kendala regulasi, terutama terkait keterbatasan pemerintah daerah dalam menarik retribusi maupun pajak dari hasil produksi garam.

“Potensi daerah sebenarnya sangat besar, tetapi regulasi belum mendukung optimalisasi kontribusi terhadap daerah. Karena itu kami berharap ada evaluasi terhadap aturan yang ada,” katanya.

Sementara itu, Senator Hilda Manafe menilai Sabu Raijua layak menjadi salah satu daerah prioritas pengembangan garam nasional.

Ia meminta pemerintah daerah segera memetakan seluruh kawasan potensial garam untuk diperjuangkan masuk dalam Program Strategis Nasional (PSN).

“Potensi garam Sabu Raijua sangat menjanjikan dan perlu dukungan serius dari pemerintah pusat, baik dari sisi regulasi maupun pengembangan kawasan,” ujar Hilda.

Ia juga menegaskan akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait regulasi yang dinilai menghambat pengembangan potensi ekonomi daerah.

Produksi Garam Sabu Raijua Terus Naik

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sabu Raijua, Lagabus Pian, menjelaskan bahwa daerahnya sudah lama dikenal sebagai salah satu penghasil garam potensial di Indonesia.

Ia menyebut, sejak tahun 2013 produksi garam dari lahan seluas satu hektar mampu mencapai 105 ton per tahun.

Produksi tersebut terus meningkat setelah dilakukan perluasan tambak garam hingga mencapai 108 hektar pada tahun 2018 dengan total produksi mencapai 8.275 ton per tahun.

Puncak produksi terjadi pada tahun 2020 dengan capaian 11.793 ton garam per tahun dari 102 hektar tambak aktif.

Selain itu, sektor garam juga pernah memberikan kontribusi besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pada tahun 2017, pendapatan dari penjualan garam mencapai Rp9,48 miliar dari total penjualan 7.774 ton garam.

Pada tahun 2025, harga jual garam tertinggi tercatat mencapai Rp1.300 per kilogram dengan total lahan produksi sekitar 90 hektar dan melibatkan sekitar 400 tenaga kerja lokal.

Untuk tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua menargetkan optimalisasi tambahan lahan potensial seluas 100 hektar di wilayah pesisir Desa Persiapan Menia Timur, Kecamatan Sabu Barat.

Kawasan tersebut sebelumnya telah masuk dalam rencana pengembangan modelling tambak garam terintegrasi seluas 1.000 hektar yang diproyeksikan menjadi salah satu sentra garam nasional di masa mendatang. (rs1)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSarai.ID

+ Gabung

  • Bagikan
Exit mobile version