iklan

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Dongkrak Mutu Pendidikan 3T, Bupati Sabu Raijua Resmikan Revitalisasi SMP Advent Senilai Rp1,5 Miliar

200
bupati sarai
Bupati Sabu Raijua, Krisman B. Riwu Kore, SE., MM menyampaikan sambutan dalam acara peletakan batu pertama pembangunan dan rehabilitasi satuan pendidikan jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) Tahap II di SMP Advent Sabu, Desa Menia, Kecamatan Sabu Barat, Kamis (18/6/2026). (Foto: Prokopim Sabu Raijua)
  • Bagikan

Menia, RakyatSARAI.ID – Bupati Sabu Raijua, Krisman B. Riwu Kore, SE., MM., secara resmi melakukan peletakan batu pertama pembangunan dan rehabilitasi satuan pendidikan jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) Tahap II di SMP Advent Sabu, Desa Menia, Kecamatan Sabu Barat, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan strategis ini turut dihadiri oleh jajaran perwakilan Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (PKO) Sabu Raijua, Kepala Sekolah beserta para guru SMP Advent, Ketua Yayasan, Ketua Komite, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta fasilitator dan pengawas lapangan.

Scroll kebawah untuk lihat konten
iklan
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!

Kilas Balik Swadaya dan Kucuran Anggaran APBN 2026

Kepala Sekolah SMP Advent Sabu menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam kepada Pemerintah Daerah atas perhatian besar ini. Sejak didirikan secara swadaya oleh masyarakat pada tahun 2012, sekolah ini akhirnya mendapatkan intervensi anggaran yang signifikan dari pemerintah pusat.

Pada tahun anggaran 2026, SMP Advent berhasil mengamankan dana revitalisasi total sebesar Rp1.504.462.000 yang bersumber langsung dari APBN. Kucuran dana miliaran rupiah tersebut dialokasikan secara spesifik untuk pembangunan sarana prasarana penunjang literasi digital dan sains, meliputi:

  • Rehabilitasi total 3 ruang kelas beserta pengadaan perabotnya.
  • Rehabilitasi 1 ruang administrasi (saat ini masuk tahap penyelesaian akhir/finishing).
  • Pembangunan baru 1 gedung Laboratorium IPA lengkap dengan perabotnya.
  • Pembangunan baru 1 gedung Laboratorium TIK lengkap dengan perabotnya.

Strategi Makro: Peningkatan Sarana Sekolah Melalui Tiga Jalur

Bupati Krisman Riwu Kore menjelaskan bahwa SMP Advent Sabu merupakan titik terakhir yang memulai pekerjaan fisik dari total target sasaran tahun ini. Dengan peletakan batu pertama ini, seluruh SMP penerima manfaat di Kabupaten Sabu Raijua resmi masuk ke dalam tahap eksekusi lapangan.

1. 𝗝𝗮𝗹𝘂𝗿 𝗥𝗲𝗴𝘂𝗹𝗲𝗿: Pemda mengusulkan 62 satuan pendidikan. Saat ini, 24 sekolah sudah terkonfirmasi dan berproses (15 SD, 5 SMP, dan 4 TK/PAUD).

Baca Juga:
Polije dan Pemkab Sabu Raijua Perkuat Kampus 6 NTT, Siapkan Prodi Manajemen Agribisnis

2. 𝗝𝗮𝗹𝘂𝗿 𝗔𝘀𝗽𝗶𝗿𝗮𝘀𝗶: 4 satuan pendidikan telah menyelesaikan bimbingan teknis di Jakarta dan siap eksekusi.

3. 𝗝𝗮𝗹𝘂𝗿 𝗕𝗮𝗻𝘁𝘂𝗮𝗻 𝗣𝗿𝗲𝘀𝗶𝗱𝗲𝗻: Pemda mengusulkan 12 satuan pendidikan tambahan.

“Jika seluruh usulan ini terealisasi, wajah pendidikan di Sabu Raijua akan berubah besar. Namun, harapan kita bukan hanya gedung yang berubah, melainkan kualitas proses pendidikan juga harus bertransformasi menjadi lebih baik,” tegas Bupati Krisman.

Komitmen Jemput Program Pusat dan Sekolah Rakyat Gratis

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Krisman turut meluruskan persepsi publik terkait tingginya intensitas perjalanan dinasnya ke Jakarta. Sebagai daerah yang masuk dalam kategori 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) dengan angka kemiskinan yang tinggi, kehadiran fisik kepala daerah di tingkat kementerian sangat krusial untuk meyakinkan pusat.

Ia mencontohkan keberhasilan lobi ke Kementerian Pertanian pada Februari lalu yang berdampak langsung pada realisasi bantuan alat mesin pertanian bagi warga lokal. Bupati juga mengajak masyarakat menyambut baik program strategis nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) serta perbaikan ekonomi lewat koperasi.

Di samping itu, Pemkab Sabu Raijua sedang berjuang keras mendirikan Sekolah Rakyat Gratis demi menjamin hak pendidikan anak-anak kurang mampu. Lahan dan pemenuhan administrasi kini telah siap, di mana pemda terus mengawal penyesuaian Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) agar konstruksi fisiknya bisa dikebut tahun ini.

Kualitas Konstruksi dan Disiplin Guru

Di akhir arahannya, Bupati Krisman memberikan instruksi tegas tanpa kompromi kepada kontraktor penyedia jasa konstruksi, tim pengawas, dan pihak sekolah agar menjaga kualitas bangunan sesuai dengan spesifikasi teknis (spek) yang baku. Pemda dipastikan akan memonitor ketat dan tidak segan menjatuhkan sanksi jika ditemukan kecurangan administrasi atau penurunan kualitas fisik.

“Pembangunan fisik yang megah harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia. Profesionalitas, disiplin, dan integritas para guru harus ditingkatkan agar sarana yang sudah nyaman ini mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman dan bermutu bagi masa depan generasi muda Sabu Raijua,” pungkasnya. (*/rs1)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSarai.ID

+ Gabung

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *