Menurutnya, kondisi geografis dan iklim Sabu Raijua sangat mendukung pengembangan industri garam skala besar.
“Kami berharap dengan dukungan revitalisasi dari KKP, potensi garam di Sabu Raijua dapat berkembang lebih maksimal dan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.
Namun Victor mengungkapkan, pengembangan sektor garam masih menghadapi kendala regulasi, terutama terkait keterbatasan pemerintah daerah dalam menarik retribusi maupun pajak dari hasil produksi garam.
“Potensi daerah sebenarnya sangat besar, tetapi regulasi belum mendukung optimalisasi kontribusi terhadap daerah. Karena itu kami berharap ada evaluasi terhadap aturan yang ada,” katanya.
Sementara itu, Senator Hilda Manafe menilai Sabu Raijua layak menjadi salah satu daerah prioritas pengembangan garam nasional.
Ia meminta pemerintah daerah segera memetakan seluruh kawasan potensial garam untuk diperjuangkan masuk dalam Program Strategis Nasional (PSN).
“Potensi garam Sabu Raijua sangat menjanjikan dan perlu dukungan serius dari pemerintah pusat, baik dari sisi regulasi maupun pengembangan kawasan,” ujar Hilda.
Ia juga menegaskan akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait regulasi yang dinilai menghambat pengembangan potensi ekonomi daerah.
Produksi Garam Sabu Raijua Terus Naik
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sabu Raijua, Lagabus Pian, menjelaskan bahwa daerahnya sudah lama dikenal sebagai salah satu penghasil garam potensial di Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSarai.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










