Ia menyebut, sejak tahun 2013 produksi garam dari lahan seluas satu hektar mampu mencapai 105 ton per tahun.
Produksi tersebut terus meningkat setelah dilakukan perluasan tambak garam hingga mencapai 108 hektar pada tahun 2018 dengan total produksi mencapai 8.275 ton per tahun.
Puncak produksi terjadi pada tahun 2020 dengan capaian 11.793 ton garam per tahun dari 102 hektar tambak aktif.
Selain itu, sektor garam juga pernah memberikan kontribusi besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pada tahun 2017, pendapatan dari penjualan garam mencapai Rp9,48 miliar dari total penjualan 7.774 ton garam.
Pada tahun 2025, harga jual garam tertinggi tercatat mencapai Rp1.300 per kilogram dengan total lahan produksi sekitar 90 hektar dan melibatkan sekitar 400 tenaga kerja lokal.
Untuk tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua menargetkan optimalisasi tambahan lahan potensial seluas 100 hektar di wilayah pesisir Desa Persiapan Menia Timur, Kecamatan Sabu Barat.
Kawasan tersebut sebelumnya telah masuk dalam rencana pengembangan modelling tambak garam terintegrasi seluas 1.000 hektar yang diproyeksikan menjadi salah satu sentra garam nasional di masa mendatang. (rs1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSarai.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










