iklan

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Potensi Garam Sabu Raijua Menjanjikan, Senator Hilda Manafe Dorong jadi Program Strategis Nasional

200
garam sabu-2
Senator Hilda Manafe (ketiga dari kanan) mengikuti panen raya garam di Koloudju, Desa Menia, Kecamatan Sabu Barat, Senin (11/5/2026). (Foto: Dok. RakyatSarai.ID)
  • Bagikan

Ia menyebut, sejak tahun 2013 produksi garam dari lahan seluas satu hektar mampu mencapai 105 ton per tahun.

Produksi tersebut terus meningkat setelah dilakukan perluasan tambak garam hingga mencapai 108 hektar pada tahun 2018 dengan total produksi mencapai 8.275 ton per tahun.

Scroll kebawah untuk lihat konten
iklan
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!

Puncak produksi terjadi pada tahun 2020 dengan capaian 11.793 ton garam per tahun dari 102 hektar tambak aktif.

Selain itu, sektor garam juga pernah memberikan kontribusi besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pada tahun 2017, pendapatan dari penjualan garam mencapai Rp9,48 miliar dari total penjualan 7.774 ton garam.

Pada tahun 2025, harga jual garam tertinggi tercatat mencapai Rp1.300 per kilogram dengan total lahan produksi sekitar 90 hektar dan melibatkan sekitar 400 tenaga kerja lokal.

Untuk tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua menargetkan optimalisasi tambahan lahan potensial seluas 100 hektar di wilayah pesisir Desa Persiapan Menia Timur, Kecamatan Sabu Barat.

Kawasan tersebut sebelumnya telah masuk dalam rencana pengembangan modelling tambak garam terintegrasi seluas 1.000 hektar yang diproyeksikan menjadi salah satu sentra garam nasional di masa mendatang. (rs1)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSarai.ID

+ Gabung

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *