iklan

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

GENTING 2026 Resmi Diluncurkan, Sabu Raijua Perkuat Kolaborasi Cegah Stunting

200
wabup sabu raijua
Wakil Bupati Sabu Raijua, Ir. Thobias Uly, M.Si secara resmi membuka Kegiatan Koordinasi dengan Sektor Terkait dalam rangka Pencegahan Stunting melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) Tahun 2026. (Foto: Prokopim Sabu Raijua)
  • Bagikan

Seba, RakyatSarai.ID – Wakil Bupati Sabu Raijua, Ir. Thobias Uly, M.Si secara resmi membuka Kegiatan Koordinasi dengan Sektor Terkait dalam rangka Pencegahan Stunting melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) Tahun 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Sabu Raijua itu dihadiri Plt Asisten III Sekda, Danramil, Danposal, Kepala Bandara Sabu Raijua, perwakilan BUMN dan BUMD, Ketua dan Wakil Ketua TP-PKK, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP), pimpinan OPD, para camat, kepala puskesmas, hingga tokoh agama.

Scroll kebawah untuk lihat konten
iklan
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa stunting bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga masalah pembangunan manusia yang berdampak terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Menurutnya, Program GENTING bertujuan memastikan setiap anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal menjadi generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Angka Stunting di Sabu Raijua

Thobias Uly memaparkan, pada tahun 2025 terdapat 1.563 balita stunting dari total 7.124 balita yang diukur atau sekitar 21,2 persen.

Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua ditargetkan mampu menurunkan angka stunting sebesar 31,6 persen pada Maret 2026, dibanding target tahun 2025 sebesar 32,7 persen.

“Capaian ini menunjukkan peningkatan dari tahun 2025 ke tahun 2026, namun menjadi tantangan besar terutama terkait disparitas antar wilayah dan kompleks faktor penyebab stunting,” ujarnya.

Program Prioritas Nasional

Wakil Bupati menjelaskan bahwa percepatan penurunan stunting merupakan bagian dari program prioritas nasional dalam Asta Cita untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Komitmen tersebut diperkuat melalui Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.

Sementara itu, Program GENTING menjadi bentuk gotong royong lintas sektor sesuai Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

Program ini melibatkan berbagai pihak mulai dari pemerintah, BUMN, BUMD, swasta, lembaga keagamaan, perguruan tinggi, komunitas, media, hingga masyarakat untuk mendukung penanganan stunting secara berkelanjutan selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Libatkan Gereja dan PKK

Dalam kesempatan tersebut, Thobias Uly juga mengajak seluruh elemen masyarakat membangun kolaborasi, termasuk lembaga keagamaan seperti Pusat Pengembangan Anak (PPA) di gereja.

Ia mengapresiasi dukungan gereja dan TP-PKK Sabu Raijua yang selama ini aktif mendukung program penurunan stunting bersama pemerintah daerah.

“Saya mengapresiasi pihak Gereja dan PKK Sabu Raijua yang bergandengan tangan bersama Pemerintah Daerah dalam mengupayakan penurunan stunting melalui program kerja yang ada,” ujarnya.

Delapan Program Unggulan Penanganan Stunting

Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua melalui perangkat daerah terkait terus menjalankan berbagai program percepatan penurunan stunting, di antaranya:

  • Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING)
  • Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita dan ibu hamil
  • Kelas Edukasi Calon Pengantin dan Periksa Dini Risiko Stunting (KECAP PEDIS)
  • HATI SARAI melalui OPD Asuh
  • Program SABU KASIH
  • Edukasi gizi dan pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri
  • Pendampingan keluarga berisiko stunting oleh Tim Pendamping Keluarga
  • Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT)

Penurunan Stunting Jadi Tanggung Jawab Bersama

Sebelum mengakhiri sambutannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa Program GENTING merupakan gerakan gotong royong yang melibatkan para pihak sebagai orang tua asuh bagi keluarga berisiko stunting.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan sanitasi seperti pembangunan jamban sehat, penyediaan air bersih, bantuan makanan tambahan, serta edukasi pola asuh keluarga.

Menurutnya, penurunan stunting hanya bisa berhasil melalui keterlibatan semua pihak secara terstruktur dan berkelanjutan.

“Melalui GENTING dan kolaborasi lintas sektor, termasuk pemerintah, TNI/Polri, swasta, BUMN/BUMD, gereja, PKK, dan masyarakat, Sabu Raijua optimis dapat menurunkan angka stunting secara signifikan dan mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya. (*/rs1)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSarai.ID

+ Gabung

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *