iklan

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Rumah Warga Sabu Raijua Ludes Terbakar, Uang Rp40 Juta dan Dokumen Penting Hangus

200
ilustrasi AI
Ilustrasi AI
  • Bagikan

Seba, RakyatSarai.ID – Peristiwa kebakaran menghanguskan sebuah rumah milik warga di Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Minggu (3/5/2026) dini hari. Rumah tersebut diketahui milik Paul Keraba (45), warga RT 013/RW 007, Dusun IV, Desa Ledeae, Kecamatan Hawu Mehara.

Saat kejadian, korban bersama istrinya, Kristina Huke (44), dan dua anak mereka tengah tertidur pulas. Kebakaran diduga terjadi sekitar pukul 00.15 WITA.

Scroll kebawah untuk lihat konten
iklan
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!

Korban terbangun setelah merasakan hawa panas di dalam rumah. Saat keluar, ia mendapati api sudah membesar di bagian samping rumah. Ia kemudian bergegas membangunkan istri dan anak-anaknya untuk segera menyelamatkan diri.

Dalam kondisi panik, korban sempat menyelamatkan lima karung rumput laut yang berada di bagian depan rumah. Namun, barang-barang lainnya tidak berhasil diselamatkan karena api dengan cepat membesar dan melahap seluruh bangunan.

Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut langsung menghubungi aparat kepolisian. Namun dalam waktu sekitar 30 menit, rumah berukuran 5×7 meter yang terbuat dari papan kayu dan beratap daun lontar itu sudah ludes terbakar.

Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian besar. Uang tunai sebesar Rp40 juta ikut hangus terbakar bersama sejumlah barang berharga lainnya seperti lemari kayu, bahan pangan (beras, kacang hijau, sorgum, jagung), kain adat, serta dokumen penting berupa ijazah dan akta keluarga.

Total kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Aparat dari Polres Sabu Raijua bersama Polsek Hawu Mehara langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Diketahui, korban memiliki dua rumah, namun yang terbakar adalah rumah papan yang ditempati, sementara rumah permanen di bagian depan tidak terdampak.

Rumah yang terbakar diketahui belum memiliki instalasi listrik dan menggunakan lampu darurat sebagai penerangan. Selain itu, lokasi rumah yang cukup terpencil dengan jarak antar rumah sekitar 100 meter serta keterbatasan sumber air membuat proses pemadaman tidak dapat dilakukan.

Api diduga berasal dari bagian belakang samping kiri rumah, sementara dapur terpisah dari bangunan utama. Kondisi angin yang cukup kencang serta posisi rumah di dataran tinggi turut mempercepat penyebaran api.

Kapolres Sabu Raijua, AKBP Paulus Naatonis, menyatakan pihaknya telah membuat laporan resmi terkait peristiwa tersebut dan akan melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Akan dilakukan penyelidikan untuk mengetahui apakah ada dugaan tindak pidana terkait kebakaran ini,” tegas Kapolres. (*/rs1)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSarai.ID

+ Gabung

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *