“Dengan dukungan ASN, Pemerintah Provinsi NTT dan Pokja Literasi, ayo bangun literasi, ayo bangun NTT,” seru Gubernur Melki yang disambut antusias peserta apel.
Ia menilai buku-buku yang selama ini tersimpan di rumah akan lebih bermanfaat jika disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Daripada buku-buku disimpan di rumah, sebaiknya diberikan kepada Pokja Literasi untuk dibagikan kepada yang membutuhkan. Ini gerakan yang bagus,” ujarnya.
Seluruh buku yang terkumpul nantinya akan didistribusikan ke taman baca masyarakat dan pusat-pusat literasi di berbagai wilayah NTT.
Bahas Penataan BUMD dan Penyertaan Modal Rp75 Miliar
Selain isu literasi, Gubernur Melki juga memaparkan perkembangan penataan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi NTT, termasuk Bank NTT, PT Flobamor, dan KIB Bolok.
Pemerintah Provinsi NTT telah menyiapkan penyertaan modal sebesar Rp75 miliar yang akan direalisasikan setelah rencana bisnis masing-masing BUMD mendapat persetujuan pemerintah dan DPRD.
Rinciannya meliputi:
- Rp30 miliar untuk Bank NTT
- Rp21 miliar untuk Jamkrida
- Rp12 miliar untuk PT Flobamor
- Rp12 miliar untuk KIB Bolok
Gubernur menegaskan proses pengisian jajaran BUMD dilakukan secara profesional dan tidak melibatkan unsur politik.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSarai.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


