iklan

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Topik : 

Bupati Krisman Buka Sosialisasi BOSP 2026, Tegaskan Transparansi dan Larang Penyimpangan Dana Sekolah

200
sosialisasi sabu raijua
Bupati Sabu Raijua, Krisman B. Riwu Kore, S.E., M.M., secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) Tahun 2026 yang digelar di Aula Kantor Bupati Sabu Raijua, Rabu (29/4/2026). (Foto: Dok. PKP Setda Kabupaten Sabu Raijua)
  • Bagikan

Seba, RakyatSarai.ID – Bupati Sabu Raijua, Krisman B. Riwu Kore, S.E., M.M., secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) Tahun 2026 yang digelar di Aula Kantor Bupati Sabu Raijua, Rabu (29/4/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh Asisten I Sekda Sabu Raijua, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga, Inspektur Daerah, serta para kepala sekolah SD dan SMP se-Kabupaten Sabu Raijua.

Scroll kebawah untuk lihat konten
iklan
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!
Baca Juga:
KPK Terbitkan Edaran Pencegahan Korupsi SPMB 2026, Larang Titipan Siswa dan Pungutan Liar

BOSP Dorong Mutu Pendidikan

Dana BOSP merupakan program pemerintah pusat yang bertujuan mendukung biaya operasional sekolah, mulai dari kegiatan pembelajaran, peningkatan kompetensi guru, hingga pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan.

Di Kabupaten Sabu Raijua, dana ini dialokasikan untuk seluruh sekolah SD dan SMP, baik negeri maupun swasta, sebagai upaya pemerataan akses pendidikan dan peningkatan mutu pembelajaran.

Bupati Tekankan Transparansi

Dalam arahannya, Bupati Krisman menegaskan bahwa pertemuan bersama seluruh kepala sekolah ini menjadi momentum penting, khususnya dalam memperkuat tata kelola Dana BOSP.

Ia mengingatkan agar pengelolaan dana dilakukan secara transparan, akuntabel, dan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Menurutnya, sebagai pendidik dan teladan, para guru harus menjunjung tinggi integritas dalam penggunaan anggaran.

“Tidak boleh ada kecurangan dalam pengelolaan dana BOSP. Semua harus dikelola dengan baik dan benar,” tegasnya.

Disiplin Laporan Jadi Kunci

Bupati juga menyoroti pentingnya ketepatan waktu dalam penyusunan laporan administrasi dana BOSP. Ia menegaskan agar tidak ada keterlambatan, karena hal tersebut dapat berdampak pada proses pelaporan di tingkat kabupaten hingga pusat.

Keterlambatan laporan dari satuan pendidikan, lanjutnya, berpotensi mengganggu alokasi dana di masa mendatang serta menghambat proses verifikasi dan pertanggungjawaban.

Komitmen Bersama Majukan Pendidikan

Sosialisasi BOSP 2026 ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan sekolah di Sabu Raijua. Pemerintah daerah bersama Dinas Pendidikan berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan dan pengawasan.

Dengan sinergi antara pemerintah dan pihak sekolah, dana BOSP diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal demi meningkatkan kualitas pendidikan dan masa depan generasi muda di Sabu Raijua.

Bupati Krisman pun mengajak seluruh pihak untuk menjaga kepercayaan dalam pengelolaan dana pendidikan agar setiap rupiah benar-benar memberikan manfaat nyata bagi peserta didik. (*/rs1)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSarai.ID

+ Gabung

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *