Hasil panen kurang lebih 15 ton tersebut sekaligus menjadi indikator awal bahwa program revitalisasi tambak garam dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas.
Pemkab Sabu Raijua Targetkan Produksi Garam Meningkat
Krisman menegaskan, Program Revitalisasi Tambak Garam tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur fisik.
Menurutnya, keberhasilan program harus diukur melalui output produksi yang nyata dan terukur, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas garam yang dihasilkan.
“Program ini tidak boleh hanya berhenti pada pembangunan infrastruktur fisik. Program ini wajib memberikan hasil nyata (output) yang terukur bagi kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan kuantitas dan kualitas produksi garam,” tegasnya.
Karena itu, pemerintah daerah akan terus mendorong pengelolaan tambak secara lebih produktif dengan pemanfaatan teknologi yang sesuai serta penguatan kapasitas para petambak.
Garam Diproyeksikan jadi Penggerak Ekonomi Sabu Raijua
Panen garam perdana di Desa Eiada menjadi bagian dari komitmen Pemkab Sabu Raijua dalam mengembangkan potensi ekonomi berbasis maritim.
Pemerintah daerah berupaya memastikan sektor kelautan dan perikanan tidak hanya menjadi potensi, tetapi mampu menghasilkan nilai ekonomi yang dirasakan langsung masyarakat.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSarai.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










