Sejumlah peralatan seperti blender, kompor, dan perlengkapan produksi lainnya diharapkan benar-benar digunakan untuk menunjang kegiatan usaha.
“Jangan sampai barang-barang bantuan ini hanya masuk ke dalam lemari dan akhirnya berkarat. Peralatan ini diberikan untuk digunakan! Mulailah dari bahan-bahan di sekitar kita, lalu olah menjadi produk yang bernilai ekonomis,” pesannya.
Ia menilai bantuan peralatan harus diikuti dengan aksi nyata sehingga dapat memberikan dampak langsung terhadap produktivitas pelaku ekonomi kreatif.
Thobias juga menyebut perputaran uang di Sabu Raijua telah membuka peluang pasar yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Karena itu, para pelaku usaha dituntut mampu membaca kebutuhan konsumen, berinovasi, dan menjaga konsistensi produksi.
Ekonomi Kreatif Didorong jadi Penggerak Ekonomi Daerah
Di akhir sambutannya, Thobias mengajak seluruh pelaku ekonomi kreatif untuk terus mengembangkan inovasi dan membangun usaha yang berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua, kata dia, akan terus mendorong pengembangan potensi lokal agar sektor ekonomi kreatif dapat menjadi salah satu motor penggerak perekonomian masyarakat.
Momentum pelatihan tersebut diharapkan tidak berhenti pada peningkatan kapasitas peserta, tetapi berlanjut pada lahirnya produk-produk lokal yang mampu bersaing dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSarai.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










