Wakil Bupati juga mendorong para petani untuk terus memanfaatkan sumber daya air yang tersedia agar dapat melakukan penanaman secara berkelanjutan.
“Pemerintah akan terus hadir mendukung petani. Kami berharap kelompok tani tidak pernah lelah mengolah lahan yang ada,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, Poktan Farah Mandiri menerapkan teknik tanam jajar legowo 4:1, yaitu sistem pengaturan jarak tanam yang memungkinkan peningkatan populasi tanaman serta memaksimalkan hasil panen.
Metode jajar legowo dikenal memiliki berbagai keunggulan dibanding sistem tanam tradisional, antara lain meningkatkan jumlah tanaman, mempermudah perawatan, menekan serangan hama dan penyakit, serta meningkatkan efisiensi pemupukan.
Dengan sistem ini, produksi dan kualitas hasil panen padi diharapkan meningkat secara signifikan.
Kegiatan tanam padi bersama ini menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua di bawah kepemimpinan Bupati Krisman B. Riwu Kore dan Wakil Bupati Thobias Uly dalam memperkuat sektor pertanian.
Dukungan melalui pendampingan teknis, bantuan alsintan, hingga perlindungan lahan terus digencarkan untuk mewujudkan kemandirian pangan di wilayah kepulauan tersebut.
Melalui kolaborasi antara pemerintah dan kelompok tani, Sabu Raijua optimistis dapat berkontribusi nyata dalam menyukseskan program swasembada pangan nasional. (*/rs1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSarai.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










