Di Kabupaten Sabu Raijua, pendataan mencakup seluruh kecamatan dengan metode kunjungan langsung ke rumah tangga maupun lokasi usaha menggunakan perangkat digital.
Sebanyak 100 petugas diterjunkan untuk menjangkau seluruh unit usaha, mulai dari usaha berskala besar hingga pelaku usaha mikro yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat.
“Total petugas terdiri dari 85 petugas pendata lapangan, 13 petugas pengawas, dan dua petugas organik yang secara khusus menangani usaha skala besar,” jelas Yonsi.
Seluruh petugas akan mengenakan rompi dan tanda pengenal resmi guna memberikan rasa aman dan kenyamanan kepada masyarakat selama proses pendataan berlangsung.
Data Akurat jadi Kunci Kebijakan Pembangunan
Bupati Sabu Raijua, Krisman B. Riwu Kore, menegaskan bahwa hasil Sensus Ekonomi 2026 memiliki peran sangat penting sebagai dasar dalam penyusunan kebijakan ekonomi dan pembangunan daerah.
Menurutnya, data yang diperoleh nantinya akan digunakan untuk menganalisis potensi daerah melalui pendekatan Tipologi Klassen sehingga pemerintah dapat mengidentifikasi sektor unggulan, sektor potensial, sektor stagnan, maupun sektor yang belum berkembang.
Ia mencontohkan beberapa sektor unggulan yang membutuhkan dukungan data yang akurat, seperti sektor kelautan melalui komoditas garam dan rumput laut serta sektor pertanian dengan komoditas bawang merah.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSarai.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










