“Hasil pemetaan berbasis data ini akan menjadi acuan utama dalam pengalokasian anggaran dan penentuan arah pembangunan ekonomi daerah,” ujar Krisman.
Bupati Minta Petugas Bekerja Profesional dan Humanis
Dalam arahannya, Bupati Krisman juga meminta seluruh petugas lapangan menjalankan tugas dengan penuh integritas, profesionalisme, dan ketelitian agar data yang dihasilkan benar-benar akurat.
Ia mengingatkan pentingnya membangun komunikasi yang santun dan humanis ketika berinteraksi dengan pelaku usaha maupun masyarakat selama proses pendataan berlangsung.
Selain itu, Bupati mengimbau seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua untuk memberikan dukungan penuh serta membantu kelancaran pendataan hingga tingkat kecamatan dan desa.
Kepada masyarakat dan para pelaku usaha, Krisman mengajak agar menerima petugas dengan baik serta memberikan informasi yang jujur dan lengkap.
“Data yang tidak jujur akan menghasilkan data yang bias dan dapat berdampak pada ketepatan pengambilan kebijakan, baik di tingkat kabupaten, provinsi maupun nasional,” tegasnya.
Ditandai Pemukulan Gong dan Penyematan Rompi Petugas
Sebagai tanda dimulainya pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Sabu Raijua, Bupati Krisman B. Riwu Kore secara simbolis melakukan pemukulan gong dan penyematan rompi serta tanda pengenal kepada perwakilan petugas lapangan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSarai.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










