iklan

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Wabup Sabu Raijua Tutup Pelatihan Hilirisasi Potensi Lokal, Dorong Produk Unggulan Desa Tembus Pasar

200
produk pangan sabu
Wakil Bupati Sabu Raijua, Ir. Thobias Uly, M.Si, meninjau stand UMKM di kegiatan Pelatihan Hilirisasi Potensi Lokal di Halaman Balai Desa Molie, Kecamatan Hawu Mehara, Kamis (2/7/2026). (Foto: Prokopim Sabu Raijua)
  • Bagikan

Hawu Mehara, RakyatSARAI.ID – Wakil Bupati Sabu Raijua, Ir. Thobias Uly, M.Si, secara resmi menutup kegiatan Pelatihan Hilirisasi Potensi Lokal di Halaman Balai Desa Molie, Kecamatan Hawu Mehara, Kamis (2/7/2026). Penutupan kegiatan dirangkaikan dengan Pameran One Village One Product (OVOP) dan pasar murah sebagai upaya membantu menekan laju inflasi di daerah.

Pelatihan yang berlangsung sejak 30 Juni 2026 tersebut difokuskan pada peningkatan nilai tambah komoditas lokal melalui pengembangan keterampilan masyarakat. Tiga bidang utama yang menjadi materi pelatihan meliputi tenun ikat dengan pewarna alami, pengolahan kacang hijau menjadi sereal, serta pengolahan jagung menjadi tortilla dan emping jagung.

Scroll kebawah untuk lihat konten
iklan
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!

Dorong Setiap Desa Miliki Produk Unggulan

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi NTT, Sylvia R. Peku Djawang, SP., M.M., mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua dalam memperkuat ekonomi masyarakat desa.

Menurutnya, melalui program One Village One Product (OVOP), setiap desa didorong memiliki produk unggulan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperluas daya saing produk lokal.

Pelaku UMKM Difasilitasi Pembuatan NIB

Selain pelatihan, peserta juga memperoleh layanan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui sistem Online Single Submission (OSS).

Dokumen NIB tersebut diserahkan secara simbolis kepada para pelaku usaha mikro sebagai legalitas usaha yang memberikan perlindungan hukum sekaligus membuka akses terhadap pembiayaan perbankan, termasuk melalui Bank NTT.

Pemerintah berharap kemudahan perizinan tersebut dapat mendorong pertumbuhan UMKM dan mempercepat pengembangan usaha berbasis potensi lokal.

Delapan Kelompok Penenun Terima Bantuan

Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program, Pemerintah Provinsi NTT menyerahkan bantuan berupa alat tenun dan paket benang kepada delapan kelompok penenun di Desa Molie.

Bantuan tersebut merupakan aset pemerintah yang akan dipantau pemanfaatannya secara berkala agar digunakan secara bersama oleh kelompok penerima dan tidak diperjualbelikan.

Wabup Usulkan Hilirisasi Rumput Laut hingga Sorgum

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Thobias Uly menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTT yang telah memilih Kabupaten Sabu Raijua sebagai lokasi pelaksanaan program pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Ia juga menginstruksikan Dinas Transmigrasi, Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja Kabupaten Sabu Raijua untuk mulai berinovasi memproduksi alat tenun secara mandiri guna memenuhi kebutuhan para penenun di daerah.

Selain itu, Thobias mengusulkan sejumlah komoditas unggulan yang perlu dikembangkan melalui program hilirisasi pada masa mendatang, antara lain:

  • Desa Lederaga sebagai sentra pengolahan rumput laut.
  • Penguatan kerja sama pemasaran bawang merah khas Sabu ke berbagai daerah.
  • Optimalisasi pengolahan pangan lokal Woperaggu.
  • Pengembangan sorgum di Pulau Raijua sebagai produk unggulan bernilai ekonomi tinggi.

Menurutnya, komoditas tersebut memiliki potensi besar apabila diolah menjadi produk turunan yang memiliki nilai tambah sehingga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.

Berharap Program Berlanjut

Wabup berharap program serupa dapat kembali dilaksanakan pada tahun anggaran berikutnya dengan fokus pada hilirisasi bahan baku lokal seperti rumput laut, bawang merah, dan sorgum menjadi berbagai produk olahan yang memiliki daya saing di pasar.

Ia menilai langkah tersebut akan memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus memperluas peluang UMKM Sabu Raijua menembus pasar regional maupun nasional.

Acara penutupan ditandai dengan penyerahan piala dan hadiah uang tunai kepada kelompok tari Pado’a, kemudian dilanjutkan dengan peninjauan stan pameran hasil pelatihan oleh Wakil Bupati bersama pimpinan perangkat daerah, perwakilan BUMN dan BUMD, tokoh adat, serta tokoh masyarakat yang hadir. (*/rs1)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSarai.ID

+ Gabung

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *