Selain itu, Thobias mengusulkan sejumlah komoditas unggulan yang perlu dikembangkan melalui program hilirisasi pada masa mendatang, antara lain:
- Desa Lederaga sebagai sentra pengolahan rumput laut.
- Penguatan kerja sama pemasaran bawang merah khas Sabu ke berbagai daerah.
- Optimalisasi pengolahan pangan lokal Woperaggu.
- Pengembangan sorgum di Pulau Raijua sebagai produk unggulan bernilai ekonomi tinggi.
Menurutnya, komoditas tersebut memiliki potensi besar apabila diolah menjadi produk turunan yang memiliki nilai tambah sehingga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.
Berharap Program Berlanjut
Wabup berharap program serupa dapat kembali dilaksanakan pada tahun anggaran berikutnya dengan fokus pada hilirisasi bahan baku lokal seperti rumput laut, bawang merah, dan sorgum menjadi berbagai produk olahan yang memiliki daya saing di pasar.
Ia menilai langkah tersebut akan memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus memperluas peluang UMKM Sabu Raijua menembus pasar regional maupun nasional.
Acara penutupan ditandai dengan penyerahan piala dan hadiah uang tunai kepada kelompok tari Pado’a, kemudian dilanjutkan dengan peninjauan stan pameran hasil pelatihan oleh Wakil Bupati bersama pimpinan perangkat daerah, perwakilan BUMN dan BUMD, tokoh adat, serta tokoh masyarakat yang hadir. (*/rs1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSarai.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










