iklan

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

KPK Terbitkan Edaran Pencegahan Korupsi SPMB 2026, Larang Titipan Siswa dan Pungutan Liar

200
KPK
  • Bagikan

Abdul mengingatkan bahwa permintaan dana maupun hadiah oleh aparatur sipil negara (ASN), non-ASN, pendidik, atau tenaga kependidikan kepada masyarakat dengan mengatasnamakan institusi pendidikan merupakan tindakan yang dilarang dan berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum pidana.

Berdasarkan hasil pemetaan risiko yang dilakukan KPK, praktik pungutan liar masih kerap ditemukan dalam proses penerimaan siswa baru. Modus yang muncul antara lain biaya daftar ulang yang tidak memiliki dasar hukum, uang bangku, hingga kewajiban membeli atribut tertentu yang dibebankan kepada orang tua siswa.

Scroll kebawah untuk lihat konten
iklan
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!

Selain pungli, KPK juga menemukan praktik titipan calon siswa oleh pihak-pihak tertentu. Praktik tersebut dinilai mengancam prinsip keadilan, transparansi, dan meritokrasi dalam akses pendidikan.

Tak hanya itu, manipulasi data juga menjadi perhatian serius. Bentuk pelanggaran yang ditemukan mencakup rekayasa domisili, penyalahgunaan jalur afirmasi, hingga perubahan daftar siswa yang telah dinyatakan diterima.

KPK turut menyoroti berbagai persoalan maladministrasi dalam pelaksanaan SPMB. Beberapa di antaranya adalah ketidakjelasan daya tampung sekolah, lambatnya penanganan pengaduan masyarakat, serta proses pengambilan keputusan yang tidak terdokumentasi dengan baik.

Baca Juga:
Polije dan Pemkab Sabu Raijua Perkuat Kampus 6 NTT, Siapkan Prodi Manajemen Agribisnis

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSarai.ID

+ Gabung

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *