Setelah itu, korban bersama Yeremias pergi ke kebun untuk memberi makan ternak babi. Korban kemudian memasak pakan ternak dan berencana memanjat pohon kelapa untuk mengambil buah kelapa.
Sementara Yeremias memilih pulang ke rumah tantenya yang berada tidak jauh dari lokasi kebun. Beberapa saat kemudian, korban ditemukan sudah tidak bernyawa.
Polisi Lakukan Olah TKP
Mendapat laporan dari masyarakat, Kasat Reskrim Polres Sabu Raijua, Iptu Deflorintus M. Wee bersama anggota langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan identifikasi.
Polisi juga menghadirkan dokter dari Puskesmas Eimadake, dr. Kefarina Sitepu, guna melakukan visum dan pemeriksaan luar terhadap jenazah korban.
Hasil pemeriksaan medis menemukan sejumlah luka pada beberapa bagian tubuh korban, di antaranya tangan, dada, perut, lutut, pipi, serta darah yang keluar dari mulut dan telinga.
Menurut dr. Kefarina Sitepu, korban diduga meninggal akibat trauma tumpul pada bagian belakang kepala sebelah kanan, tepat di dekat telinga.
Meski demikian, untuk memastikan penyebab pasti kematian diperlukan pemeriksaan lebih lanjut melalui proses autopsi.
Keluarga Tolak Otopsi
Pihak keluarga korban memilih menolak autopsi dan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah. Mereka meminta agar jenazah segera dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan dan dimakamkan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSarai.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










