Hawu Mehara, RakyatSarai.ID – Empat unit rumah pondok rumput laut di RT 004/RW 002, Dusun I, Desa Ramedue, Kecamatan Hawu Mehara, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT), terbakar pada Kamis (14/5/2026).
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian materi diperkirakan mencapai Rp70 juta.
Keempat pondok yang terbakar diketahui milik Kornelis Bunga (62), warga Desa Pedaro, Rihi Hina (58), warga Dusun III Desa Ramedue, Marthen Luter Ratu (50), warga Dusun IV Desa Ramedue, serta Domisius Kebana (37).
Peristiwa kebakaran diduga bermula dari api yang belum dipadamkan sepenuhnya oleh salah satu pemilik pondok.
Rihi Hina diketahui bangun sekitar pukul 03.00 Wita untuk memasak air panas dan membuat kopi di pondok rumput laut miliknya.
Sekitar pukul 06.00 Wita, ia meninggalkan pondok menuju Kecamatan Sabu Timur tanpa memastikan api benar-benar padam.
Tiga jam kemudian, Erik Yandri Djara (45) melihat kepulan asap dari arah pantai yang berjarak sekitar 500 meter dari rumahnya.
Ia kemudian mendatangi lokasi dan memastikan bahwa beberapa pondok rumput laut sedang terbakar.
Karena lokasi kejadian cukup jauh dari permukiman warga, Erik melakukan siaran langsung melalui akun Facebook miliknya, “Ama Erik Rumor Motor”, untuk menyebarkan informasi kebakaran tersebut.
Siaran langsung itu kemudian dilihat warga lainnya, termasuk Marselina Giri (32) dan Thomas Buki (53), yang langsung menuju lokasi kejadian.
Saat tiba di TKP, warga sudah berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya.
Aparat Polsek Hawu Mehara yang menerima laporan juga langsung mendatangi lokasi untuk membantu penanganan kebakaran.
Kapolres Sabu Raijua, AKBP Paulus Naatonis melalui Kasat Reskrim, Iptu Deflorintus M. Wee memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Namun, para korban mengalami kerugian besar karena pondok beserta perlengkapan usaha rumput laut ikut hangus terbakar.
Kornelis Bunga diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp40 juta akibat terbakaranya pondok semi permanen beserta tali nilon rumput laut, gabus, drum plastik, dan besi patok tali rumput laut.
Sementara Rihi Hina mengalami kerugian belasan juta rupiah setelah pondok miliknya beserta beras, jagung, polar, dan perlengkapan rumput laut habis dilalap api.
Kerugian serupa juga dialami Marthen Luter Ratu dan Domisius Kebana.
“Total kerugian keseluruhan dari keempat unit rumah pondok rumput laut diperkirakan mencapai Rp70.000.000,” ujar Iptu Deflorintus M. Wee, Jumat (15/5/2026).
Ia menjelaskan, satu unit pondok yang terbakar berukuran 4×6 meter dengan konstruksi semi permanen dan beratap daun lontar.
Sedangkan tiga pondok lainnya berukuran 3×4 meter dengan dinding bebak lontar dan atap daun lontar.
Saat kejadian, seluruh pemilik pondok diketahui tidak berada di lokasi.
Selain itu, kondisi angin kencang membuat api dengan cepat merembet ke pondok lainnya.
Rihi Hina mengakui kelalaiannya karena meninggalkan api sebelum pergi ke Kecamatan Sabu Timur.
Meski menerima kejadian tersebut sebagai musibah, para korban berharap adanya bantuan dari Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua, khususnya melalui Dinas Sosial.
Pasalnya, pondok rumput laut tersebut merupakan sarana penting bagi aktivitas melaut dan usaha rumput laut yang menjadi mata pencaharian utama mereka. (*/rs1)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatSarai.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










